kedalaman-hati

“Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai,orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah kupilih seorang raja bagiKu.”
(1 Samuel 16:1)

Ada dua hal yang saling mengisi di ayat ini, yang pertama yaitu kata: ‘minyak,’ yang di sini kata aslinya itu dari kata syemen, yang artinya God’s character and nature in the capability of imparting, sifat dan karakter Tuhan di dalam kapasitas kesanggupanNya untuk mengimpartasikan (‘menanamkan’) apa yang Dia mau impartasikan.

Hal yang kedua, dalam bahasa Inggrisnya, dikatakan seperti ini: “I have provided Me a King among his sons”, artinya: ‘Aku telah menyediakan bagiKu seorang raja di antara anak-anaknya.’ Dan anehnya, kata ‘menyediakan’ di sini adalah kata yang artinya: to see the depth,artinya: melihat kedalaman. ‘Kedalaman batin’ yang di dalam diri seseorang itulah yang dicari Tuhan, kepadanya kesanggupan daya cipta ilahiNya akan Dia berikan dalam kehidupan kita. Tetapi sebelum Dia menemukannya, sesungguhnya yang dilihatNya itu hati kita. Apakah kita orang yang memiliki ‘kedalaman’ untuk menampung daya cipta ilahi?

Daud telah dipilih Tuhan ketika dia masih berada di padang penggembalaan menjaga domba2nya yg tidak seberapa banyak. Tuhan telah memilih daud ketika ia tidak dikenal orang. Daud adalah seorang pemuji dan penyembah, dia bermain kecapi ketika menjaga ternaknya. Bukan hanya itu, daud jg seorang pemberani yg menghadapi singa, beruang, serigala atau binatang buas lain dengan pertolongan Tuhan ia mengalahkan mereka. Di padang penggembalaan ini Tuhan melatih daud dalam kesendiriannya hingga suatu saat ia mjd seorang besar, menerima impartasi Tuhan dan penuh daya cipta ilahi.

Jika hari2 ini Tuhan ijinkan kita menyendiri bersama Dia, jgn merasa sepi, tapi sebaliknya biarkan tangan Tuhan membentuk kita, mengimpartasikan kuasaNya dan daya cipta ilahiNya.

Glori Haleluya!!!

Leave a Comment